Senin, 05 September 2016

Pengalaman Interview & Bekerja

Apa yang ada di benak anda jika terbesit kata Interview?
Interview berasal dari Bahasa Inggris yang berarti wawancara , wawancara bisa diartikan sebagai sebuah percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Dalam tulisan kali ini saya akan sedikit menceritakan alur dan pengalaman saya saat Interview.

Saya merupakan Lulusan sebuah Sekolah Menengah Kejuruan  ( SMK) untuk program studi Teknik Komputer dan Jaringan di salah satu daerah di Jakarta selatan, saya sudah berencama setelah lulus sekolah saya ingin bekerja terlebih dahulu,  saya pun  melamar pekerjaan di banyak perusahan. Akhir nya yang saya tungu- tungu di panggil juga oleh salah satu perusahan. Lalu saya bersemangat bertanya ke teman teman dan tetangga rumah saya cara melamar pekerjan yang benar seperti apa, saya pun di beri masukan dari taman teman dan tetangga saya, di situ saya di suruh menggunakan pakaian kemeja putih lengan panjang dan menggunakan celana bahan dan juga berserta sepatu pantofel. 

Di pagi hari pun saya semangat untuk pergi ke perusahan tersebut, untuk menjalani Interview yang sudah di jadwalkan oleh perusahan tersebut. Saya tiba di perusahan pukul 08:00 WIB sementara jadwal yang di janjikan pukul 09:00 WIB untuk antisipasi saya datang terlebih dahulu, sesampai nya saya di perusahan ternyata sudah ada tiga yang ingin interview juga

Lalu saya duduk di ruang tunggu, di depan resepsionis  satu persatu di panggil untuk  menjalani interview tersebut. Saya pun dapet urutan nomor 3 akhir nya  saya pun memasukin ruangan  interview, interview pun berlangsung. Jika saya simpul kan ada 3 point yang terdapat di interview tersebut, point pertama adalah tentang latar belakang kehidupan, point ke dua mulai masuk pada tugas dan perkerjaan yang di butuhkan perusahaan, dan point ke tiga adalah tentang pendapatan / hasil yang di dapatkan untuk kita. Selesai interview pun saya di persilahkan meninggal ruangan  lalu saya pun pegi kerumah. Akan  Ada informasi  di kemudian hari apabila perusahan membutuhkan jasa dan kemampuan saya. Satu minggu pun saya di panggil kembali untuk kembali lagi ke perusahan tersebut. Saya pun bertanda tangan untuk kesepakatan kontrak kerja. 

Begitulah pengalaman interview saya, semoga dapat membantu para pelamar kerja yang lain. Dan perlu di ketahui di setiap perusahan setiap proses interview di persuahan berbeda beda. Sehingga pengalaman saya ini tidak tapat menjadi  acuan  dalam berinterview.

*Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia 2*

ETIKA MELAMAR PEKERJAAN SECARA ONLINE

Pada perkembangan zaman sekarang ini kita sudah memasuki pada era zaman modern serta teknologi yang sangatcanggih. Banyak  hal yang dapat kita lakukan dengan adanya teknologi internet pada era zaman modern ini, denganpenghematan waktu dan kemudahan yang telah dihasilkan dengan pemanfaatan teknologi ini, termasuk diantaranya dalam memudahkan kita melamar pekerjaan.
  1. Jangan melamar ke perusahaan yang sama berulang-ulang untuk posisi yang sama
  2. Bila Anda melamar ke perusahaan yang sama untuk posisi yang berbeda, pastikan posisi yang Anda lamar tidak lebih dari dua, dan bidang-bidang tersebut tidak bertentangan atau bertolak belakang satu sama lain. Misalnya : Anda melamar untuk posisi Marketing dan Accounting.
  3. Bila kualifikasi diri Anda berbeda jauh sekali dengan yang diharapkan oleh perusahaan, maka sebaiknya jangan memaksakan diri untuk melamar. Misalnya : bila pengalaman kerja Anda adalah sebagai Engineering Staffselama 2 tahun di perusahaan kontraktor, sebaiknya jangan melamar untuk posisi General Manager Operational yang menuntut pengalaman minimal 5 tahun di posisi yang sama di industri pertambangan. Hampir dapat dipastikan, lamaran Anda pasti akan sia-sia saja.
      Dengan adanya media rekrutmen secara online, kini jauh lebih mudah dan murah dalam melamar pekerjaan. Tetapi tentunya ini tidak serta-merta berarti sebagai pelamar boleh mengabaikan etika dalam melamar pekerjaan. Berdasarkan pemantauan, ada beberapa hal menyangkut etika yang perlu calon pelamar simak dalam melamar pekerjaan secara online.
  • Subject E-Mail
Tidak sedikit yang mengirim email lamaran dengan subject yang tidak jelas. Kadang hanya nama saja, kadang hanya tulisan “lamaran pekerjaan” saja, bahkan ada juga yang kosong subject-nya. Disinilah sebagai pelamar harus memperhatikan etika dalam melamar pekerjaan, karena yang melamar ke sebuah perusahaan tidak hanya 1 orang, akan tetapi banyak yang melamar pada 1 perusahaan saja sebagai contoh.
Analoginya sama seperti mengirim lamaran dalam sebuah amplop ke suatu gedung perusahaan, tapi tidak ditulis di bagian sampulnya, bahwa itu surat untuk apa. Jelas saja tidak diterima, belum sampai ke HRD, amplopnya mungkin sudah dibuang oleh satpam.
  • Body E-Mail
Kesalahan kedua bagi pelamar kerja adalah body/isi e-mail. Kasus yang paling umum adalah body e-mail kosong, hanya berisi attachment saja. Mungkin subject sudah benar, akan tetapi jika tujuannya adalah melamar pekerjaan, setidaknya berikan sedikit hormat bagi pihak HRD.
  • Alamat E-Mail
Oke, subject sudah benar, body email sudah menarik. Akan tetapi kalau alamat email yang digunakan semacam “i_luph_u_bebeph2311@yahoo.com” atau “lala.monokorobo@hotmail.com”, yang bener aja. Ini yang mau ngelamar beneran pencari pekerjaan apa anak ABG yang masih labil sih? Belum lagi kalau display name dari email tersebut tidak diganti, atau malah dibuat lebih alay lagi.

Referensi :
*Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia 2*

Penggunaan Bahasa Yang Baku Sesuai EYD

Bahasa baku adalah ragam bahasa yang cara pengucapan dan penulisannya sesuai dengan kaida-kaidah standar. Kaidah standar dapat berupa pedoman ejaan (EYD), tata bahasa baku, dan kamus umum. Sebaliknya, bahasa tidak bagu adalah ragam bahasa yang cara pengucapan atau penulisannya tidak memenuhi kaidah-kaidah  standar tersebut.
            Penggunaan  ragam bahasa baku dan tidak baku berkaitan dengan situasi dan kondisi pemakainya. Ragam bahasa baku biasanya di gunakan dalam situasi resmi, seperti acara seminar, pidato, temukarya ilmiah, dan lain-lain. Adapun ragam bahasa tidak baku umumnya di gunakan dalam komunikasi sehari-hari yang tidak bersifat resmi.

Fungi Bahasa Baku
Penggunaan bahasa baku memiliki fungsi sebagai berikut.
1.    Pemersatu, pemakaian bahasa baku dapat mempersatukan sekelompok orang menjadi
       satu kesatuan masyarakat bahasa.
2.    Pemberi keikhlasan , pemakaian bahasa baku dapat menjadi pembeda dengan masyarakat
       pemakai bahasa lainnya.
3.    Pembawa kewibawaan, pemakaian bahasa baku dapat memperlihatkan kewibawaan
       pemakainya.
4.    Kerangka acuan, bahasa baku menjadi tolak ukur benar atau tidaknya pemakaian bahasa
       seseorang atau sekelompok orang

Kesalahan yang sering terjadi adalah pembakuan kata belum tersosialisasi pada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak mengetahui mana ejaan, kata, ataupun struktur kalimat baku dan mana yang tidak baku. Masyarakat seringkali tidak berkesempatan melihat kaidah standar itu. Mereka lebih sering mendengar orang bicara, atau membaca tulisan-tulisan di majalah atau media cetak lain. Sementara itu, yang berbicara ataupun yang menulis juga tentu menggunakan hal-hal yang baku.

Ciri-ciri Bahasa Baku
1.    Tidak terpengaruh bahasa daerah
2.    Tidak dipengaruhi bahasa asing
3.    Bukan merupakan ragam bahasa percakapan
4.    Pemakaian imbuhannya secara eksplisit
5.    Pemakaian yang sesuai dengan konteks kalimat
6.    Tidak terkontaminasi dan tidak rancu.
7.    Tidak mengandung arti pleonisme.
8.    Tidak mengandung hiperkorek.


Penggunaan dan Tata Tulis Ejaan
Pelafalan
Salah satu hal yang diatur dalam ejaan ialah cara pelafalan atau pengucapan dalam Bahasa Indonesia. Pada akhir-akhir ini sering kita dengan orang melafalkan bunyi Bahasa Indonesia dengan keraguan. Keraguan yang dimaksud ialah ketidakberaturan pengguna bahasa dalam melafalkan huruf. Kesalahan pelafalan dapat terjadi karena lambing atau huruf di ucapkan tidak sesuai dengan bunyi yang melambangkan huruf-huruf tersebut.
Tulisan # Lafal yang salah # Lafal yang benar
Energi # enerji, eversi # energi
Teknik # Tehnik  # Teknik
Biologi # Bioloji # Biologi
Tegel # Tehel # Tegel
Penulisan Huruf
Ejaan bahasa EYD menggunakan 26 huruf yaitu mulai huruf A – Z. Beberapa huruf diantaranya yaitu huruf |F|, |V|, |X|, dan |Z| itu merupakan huruf serapan dan sekarang huruf-huruf tersebut dipakai secara resmi di dalam Bahasa Indonesia, dengan demikian pemakaian huruf itu tetap dipertahankan dan jangan diganti dengan huruf lain. Contoh :   – Fakta # fakta
Volume # folume
Zaman # saman
Meskipun huruf-huruf serapan sudah dimasukkan kedalam Bahasa Indonesia tetapi harus diingat ketentuan pemakaian huruf |a|, dan |x|, huruf a hanya dapat dipakai untuk nama istilah khusus sedangkan untuk istilah umum harus di ganti dengan huruf k demikian pula huruf xdapat dipakai untuk lambing misalnya sinar-x, huruf x apabila terdapat pana pertengahan kata dan akhir kata maka dia dapat diganti menjadi konsonan kx.
Penulisan Kata
a. Kata mengenal bentuk kata dasar, kata turunan atau kata berimbuhan, kata ulang, dan kata gabungan. Kalau gabungan kata hanya terdapat awalan atau akhiran dan ditulis serangkai.
Misalnya :
Bentuk tidak baku # bentuk baku
di didik # dididik
di suruh # disuruh
hancurleburkan # hancur leburkan
berterimakasih # berterima kasih
beritahukan # beri tahukan
sebarluaskan # sebar luaskan
bertandatangan # bertanda tangan
kalau gabungan kata sekaligus mendapat awalan dan akhiran, bentuk kata turunannya harus dituliskan serangkai.
Misalnya :
Bentuk tidak baku # Bentuk baku
pemberi tahuan # pemberitahuan
ketidak adilan # ketidakadilan
mempertanggung jawabkan # mempertanggungjawabkan
b. Kata ulang ditulis secara lengkap dengan penggunaan tanda hubung.
Misalnya :
Kata tidak baku # Kata baku
Jalan 2 # Jalan-jalan
gerak gerik # gerak-gerik
terus menerus # terus-menerus
berkejar kejaran # berkejar-kejaran
seluk beluk # seluk-beluk
c. Gabungan kata termasuk yang lazim disebut kata majemuk, bagian-bagiannya dituliskan terpisah.
Misalnya :
Bentuk tidak baku # Bentuk baku
ibukota # ibu kota
tatabahasa # tata bahasa
kerjasama # kerja sama
bulutangkis # bulu tangkis
dutabesar # duta besar
kerjasama # kerja sama
d. Gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata dituliskan serangkai.
Misalnya :
Bentuk tidak baku # Bentuk baku
mana kala # manakala
sekali gus # sekaligus
bila mana # bilamana
mata hari # matahari
bagai mana # bagaimana
pada hal # padahal
sapu tangan # saputangan
bumi putra # bumiputra
Penulisan Unsur Serapan
Berdasarkan taraf integritasnya unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar :
  1. Unsur yang belum sepenuhnya terserap kedalam bahasa Indonesia, misalnya curriculum vitae, real estate, reshuffle, shuttle cock.
  2. Unsur asing yang mengucapkan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia
Misalnya :
Kata asing # Penyerapan yang salah # Penyerapan yang benar
risk # resiko # risiko
system # sistim # sistem
effective # efektip # efektif
charisma # harisma # karisma
carier # karir # karier
management # managemen # manajemen
ambulance # ambulan # ambulans
complex # komplek # komplek

sumber :
*Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia 2*

Senin, 23 Maret 2015

3. Etika yang harus diperhatikan pada pembuat, pengembang dan pengguna pada teknologi sistem informasi

3. Jelaskan “Etika” apa yang harus diperhatikan bagi pembuat, pengembang dan pengguna teknologi sistem informasi!

Pembuat/pengembang teknologi sistem informasi harus menaati prosedur dalam proses pembuatan atau pengembangannya dan memperhatikan nilai manfaat dan tujuan pembuatan/pengembangan teknologi sistem informasi tersebut. Sedangkan bagi pengguna teknologi sistem informasi hendaknya dapat menggunakan / memanfaatkan teknologi sistem informasi tersebut sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku, tidak melakukan tindakan ilegal atau merugikan pihak pembuat, pengembang maupun pengguna lainnya.

2. Tujuan dari penerapan etika dalam teknologi sistem informasi

2. Tujuan dari penerapan etika dalam teknologi sistem informasi!

Tujuan Etika dalam teknologi Informasi, etika menjadi dasar pijakan pengembangan, pemapanan dan penyusunan instrument. Tujuannya adalah jelas bahwa etika ditujukan sebagai dasar pijakan atau patokan yang harus ditaati dalam teknologi informasi untuk melakukan proses pengembangan, pemapanan dan juga untuk menyusun instrument.
Sasaran, etika digunakan dalam teknologi informasi ditujukan agar :
1.     Mampu memetakan permasalahan yang timbul akibat penggunaan teknologi informasi itu sendiri.
2.     Mampu menginventarisasikan dan mengidentifikasikan etikan dalam teknologi informasi.
3.     Mampu menemukan masalah dalam penerapan etika teknologi informasi.


Etika Dalam Dunia Informasi Teknologi

  Etika dalam Sistem Informasi Seperti yang kita ketahui perkembangan dunia IT berlangsung sangat cepat. Dengan pekembangan tersebut diharapkan akan dapat mempertahankan dan meningkatkan taraf hidup manusia. Banyak hal yang menggiurkan manusia untuk dapat sukses dalam bidang it tetapi tidak cukup dengan mengandalkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, manusia juga harus menghayati secara mendalam kode etik ilmu, teknologi dan kehidupan. Banyak ahli telah menemukan bahwa teknologi mengambil alih fungsi mental manusia, pada saat yang sama terjadi kerugian yang diakibatkan oleh hilangnya fungsi tersebut dari kerja mental manusia. Perubahan yang terjadi pada cara berfikir manusia sebagai akibat perkembangan teknologi sedikit banyak berpengaruh terhadap pelaksanaan dan cara pandang manusia terhadap etika dan norma dalam kehidupannya. Masalah etika juga mendapat perhatian dalam pengembangan dan pemakaian sistem informasi. Masalah ini diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1986 (Zwass, 1998) yang mencakup privasi, akurasi, property, dan akses.
Dalam perkembangannya, informasi yang beredar di internet tidak hanya berisi informasi yang benilai positif. Banyak diantaranya dilakukan dengan sengaja dan dengan tujuan tertentu seperti mencari keuntungan atau mencemarkan nama baik seseorang.
Sebagai contoh, maraknya pornografi di dunia maya. Sebagai salah satu media penyedia informasi yang paling atraktif, internet kerap kali dijadikan media untuk mendistribusikan konten-konten pornografi. Tidak hanya melalui situs-situs tertentu, tapi juga dapat dilakukan melalui forum. Pengaksesan situs-situs ini oleh mereka yang belum cukup umur dan tidak mengerti, dapat menyebabkan degradasi moral. Hal ini merupakan salah satu contoh pentingnya etika dalam teknologi informasi. Etika merupakan pegangan bagi seseorang untuk bertindak dan memahami baik buruk perbuatannya. Sekarang, banyak orang yang tidak mengindahkan etika, terbukti dari kasus di atas. Mereka yang menyediakan, berbagi, atau memberikan konten-konten pornigrafi ini tidak memiliki etika dalam melakukan aktivitasnya. 

Pertukaran data digital, baik dalam bentuk film, musik, software, atau bahkan e-book telah menjadi hal yang lumrah di dunia maya. Dengan mengunjungi situs-situs tertentu dan melakukan klik beberapa kali, kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan secara gratis. Daripada membuang-buang uang untuk ke bioskop dan menonton film keluaran terbaru, kita bisa men-download film tersebut dengan kualitas yang tidak kalah dengan aslinya. Jika ingin mendengarkan lagu, meng-install software, atau baca buku sekalipun, kita bisa mendapatkanya dengan men-download. Gratis dah kualitasnya pun sama saja. Walaupun hal seperti ini sama dengan pembajakan, namun karena menjamurnya situs-situs yang menawarkan jasa download gratis, toh hal ini dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Padahal, dengan mendownload hal-hal tersebut, kita tak lain dengan seorang pembajak.

Hal-hal tersebut memang sangat merugikan dari satu sisi, namun apabila kita lihat dari sisi lain, hal tersebut juga dapat membantu masyarakat. Dibandingkan dengan mengeluarkan uang Rp 20.000 untuk seembar tiket bioskop atau Rp 45.000 untuk membeli sekeping CD atau bahkan ratusan ribu untuk memebeli software, masyarakat kita tentu lebih memilih sesuatu yang murah dan dapat dinikmati bersama. Prinsip kebersamaan dan saling "berbagi"-pun rupanya sangat diterapkan dalam kasus ini, sehingga tentu saja hal ini juga bisa menjadi sangat menguntungkan.

Internet menjadikan semua batas-batas ruang menjadi samar. Bukannya tidak pernah pemerintah melakukan proses pembersihan terhadap situs-situs porno, tapi toh rupanya hal itu sia-sia. Masih banyaknya situs porno membuktikan hal ini. Aparat yang kurang mengerti akan teknologi sehingga dengan mudah diakali oleh pemilik situs merupakan faktor utama hal ini. Lalu bagaimana dengan hak mereka yang telah bersusah payah membuat produk mereka namun tetap dibajak melalui internet? Tidak ada aturan yang jelas dan tindak lanjut dari yang berwenang, menyebabkan masalah ini berlarut-larut. Kita tidak bisa selamanya membebankan semua ini kepada pemerintah. Kini, tergantung bagaimana kita sebagai pengguna internet untuk bersikap, apakah masih ada etika dalam diri kita?

Kesimpulan

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah salah satu sarana yang dapat memudahkan dalam pencarian informasi serta memudahkan pula dalam berkomunikasi. Akan tetapi dalam penggunaannya tetap harus memperhatikan beberapa etika, karena menggunakan TIK pada dasarnya adalah kita berhubungan dengan orang lain dan berhubungan dengan orang lain membutuhkan kode etik tertentu.
Berikut beberapa etika yang harus diperhatikan dalam penggunaan TIK:


1. Menggunakan fasilitas TIK untuk melakukan hal yang bermanfaat
2. Tidak memasuki sistem informasi orang lain secara illegal.
3. Tidak memberikan user ID dan password kepada orang lain untuk masuk ke dalam sebuah sistem. Tidak diperkenankan pula untuk menggunakan user ID orang lain untuk masuk ke sebuah sistem.
4. Tidak mengganggu dan atau merusak sistem informasi orang lain dengan cara apa pun.
5. Menggunakan alat pendukung TIK dengan bijaksana dan merawatnya dengan baik.
6. Tidak menggunakan TIK dalam melakukan perbuatan yang melanggar hukum dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
7. Menjunjung tinggi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Misalnya, pencantuman url website yang menjadi referensi tulisan kita baik di media cetak atau elektronik
8. Tetap bersikap sopan dan santun walaupun tidak bertatap muka secara langsung.


1. Etika secara umum dan penerapan dalam teknologi sistem informasi

Etika Secara Umum

Pengertian Etika
Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani yaitu “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Etika adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.
Etika Menurut Para Ahli
·         Menurut Drs. O.P.SIMORANGKIR: Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
·         Menurut Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat: Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
·         Menurut Drs. H. Burhanudin Salam: Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
·          Menurut Maryani & Ludigdo : etika adalah seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia,baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau prifesi.
·         Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia: etika adalah nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
·         Menurut Aristoteles: di dalam bukunya yang berjudul Etika Nikomacheia, Pengertian etika dibagi menjadi dua yaitu, Terminius Technicus yang artinya etika dipelajari untuk ilmu pengetahuan yang mempelajari masalah perbuatan atau tindakan manusia. dan yang kedua yaitu, Manner dan Custom yang artinya membahas etika yang berkaitan dengan tata cara dan kebiasaan (adat) yang melekat dalam kodrat manusia (in herent in human nature) yang terikat dengan pengertian “baik dan buruk” suatu tingkah laku atau perbuatan manusia.
·         Menurut Kamus Webster: etika adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang apa yang baik dan buruk secara moral.
·         Menurut Ahli filosofi: Etika adalah sebagai suatu studi formal tentang moral.
·          Menurut Ahli Sosiologi: Etika adalah dipandang sebagai adat istiadat,kebiasaan dan budaya dalam berperilaku.
·         Pengertian Etika Dalam kamus umum Bahasa Indonesia, etika diartikan ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral).

Etika Terdiri dari Etika Deskriptif dan Etika Normatif
Ada dua macam etika yang harus dipahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya perilaku manusia :

1.              ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.

2.              ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan digunakan.

Etika secara sistematis dibedakan atas etika umum dan khusus.
1.      Etika khusus ialah penerapan moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus misalnya olah raga, bisnis, atau profesi tertentu. Dari sinilah nanti akan lahir etika bisnis dan etika profesi (wartawan, dokter, hakim, pustakawan, dan lainnya). Etika khusus lebih bersifat normatif, sifat normatif etika khusus terlihat misalnya pada etika profesi.
2.      Etika umum ialah etika yang membahas tentang kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia itu bertindak secara etis. Etika inilah yang dijadikan dasar dan pegangan manusia untuk bertindak dan digunakan sebagai tolok ukur penilaian baik buruknya suatu tindakan. Etika umum lebih deskriptif, sifat deskriptif etika umum terlihat dari paparan filsof tertentu pada ajaran,doktrin atau teorinya. Etika secara umum menggambarkan tingkah laku manusia apa adanya, seperti contohnya etika jawa yang diritualkan dalam acara panggih tergambar norma-norma yang dianut oleh masyarakat jawa, khsusnya dalam menapaki bahtera rumah tangga
Peran dan Manfaat Etika
Etika memiliki peran dan manfaat yang penting di dalam kehidupan kita. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1.  Manusia hidup dalam jajaran norma moral, religius, hukum, kesopanan, adat istiadat dan permainan. Oleh karena itu, manusia harus siap mengorbankan sedikit kebebasannya.
2.   Norma moral memberikan kebebasan bagi manusia untuk bertindak sesuai dengan kesadaran akan tanggung jawabnya. Menaati norma moral berarti menaati diri sendiri, sehingga manusia menjadi otonom dan bukan heteronom.
3. Sekalipun sudah ada norma hukum, etika tetap diperlukan karena norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu, norma hukum cepat ketinggalan zaman, sehingga sering terdapat celah-celah hukum, norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari, etika mempersyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran, keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia, dan masyarakat, asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas.
4.  Manfaat etika adalah mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom, mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang tertib, teratur, damai dan sejahtera.
5.  Etika dapat membuka mata manusia untuk melihat baik buruk akan suatu tingkah laku. 
6. Etika dapat menyelidiki dengan seksama segala perbuatan yang dikemukakan kepadanya, dengan tidak tunduk dalam menentukan hukumnya kepada kebiasaan orang, tetapi segala pendapatnya hanya di ambil dari pandangan (theory) ilmu pengetahuan, peraturannya dan timbangannya. 
7. Etika mempengaruhi dan mendorong kehendak kita supaya membentuk hidup suci dan menghasilkan kebaikan dan kesempurnaan dan memberi faedah kepada sesama manusia. 

Tujuan Mempelajari Etika
Dalam kehidupan sehari-hari, Etika sangat penting untuk di terapkan untuk menciptakan nilai moral yang baik. Beberapa orang mengartikan bahwa etika hanyalah sebagai konsep untuk dipahami dan bukan menjadi bagian dari diri kita. Namun sebenarnya etika harus benar-benar dimiliki dan diterapkan oleh diri kita masing-masing, sebagai modal utama moralitas kita pada kehidupan yang menuntut kita berbuat baik. Etika yang baik, mencerminkan perilaku yang baik, sedangkan etika yang buruk, mencerminkan perilaku kita yang buruk pula. Selain itu etika dapat membuat kita menjadi lebih tanggung jawab, adil dan responsif.
Beberapa contoh Tujuan kita menerapkan atau mempelajari etika itu sendiri ialah:
1.    Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruknya perilaku atau tindakan manusia dalam ruang dan waktu tertentu.
2.    Mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang harmonis, tertib, teratur, damai dan sejahtera.
3.    Mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom.
4. Etika merupakan sarana yang memberi orientasi pada hidup manusia.
Untuk memiliki kedalaman sikap, untuk memiliki kemandirian dan tanggung jawab terhadap hidupnya.
5. Mengantar manusia pada bagaimana menjadi baik.